May 14, 2008

Pemanasan Dalam Berolahraga

Posted in Health at 1:41 am by Edwin

Pemanasan dalam Berolahraga, Seberapa Pentingkah?

Olahraga merupakan aktifitas yang sangat berguna untuk kebugaran tubuh. Dengan berolahraga, jasmani dapat selalu tetap bugar dan sehat. Dengan berolahraga pulalah rohani dapat “segar” selalu. Untuk itulah, mengapa olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Dalam berolahraga terdapat hal – hal penting yang patut dilakukan/diperhatikan. Salah satunya adalah pemanasan (warming up). Pada setiap olahraga dibutuhkan kerja kardiovaskuler yang berfungsi menyediakan oksigen. Untuk mengoptimalkan fungsi kardiovaskuler dalam berolahraga dibutuhkan pemanasan.
Pemanasan dibagi menjadi 2 macam yaitu pemanasan aktif dan pemanasan pasif. Pemanasan aktif (active warm up) bekerja dengan merangsang tubuh untuk menghasilkan panas. Caranya dengan latihan fisik secara aktif berupa latihan fisik ringan. Dengan latihan fisik itu suhu tubuh akan meningkat secara bertahap sesuai dengan intensitas dan durasi pemanasan.
Pemanasan pasif (passive warm up) merupakan pemanasan yang melibatkan panas dari luar tubuh misalnya mandi uap/sauna. Dengan pemanasan pasif secara tidak langsung tubuh akan menghasilkan panas sehingga suhu tubuh meningkat secara bertahap. Bila dibandingkan dengan pemanasan aktif, energi yang dikeluarkan oleh tubuh pada pemanasan pasif tidak seberapa besar karena tidak adanya pergerakan tubuh yang signifikan dalam menghasilkan energi panas.
Proses pemanasan dalam berolahraga sangat diperlukan tubuh untuk beradaptasi. Hal itu perlu diperhatikan karena dalam mengerjakan aktifitas dengan aktualitas normal menjadi aktualitas yang lebih tinggi diperlukan mekanisme kerja jantung yang optimal. Untuk itulah pemanasan sangat diperlukan dalam proses ini, karena dengan adanya adaptasi, kerja jantung akan meningkat secara berkala sehingga aliran darah ke otot menjadi lebih baik.
Lain halnya bila olahraga dimulai tanpa pemanasan. Jantung akan dipacu secara cepat tanpa diberikan kesempatan untuk beradaptasi. Dengan tidak adanya waktu beradaptasi, sistem kardiovaskuler terutama kerja jantung untuk memompa darah ke bagian – bagian tubuh menjadi tidak optimal, akibatnya otot yang bekerja akan cepat lelah dan mungkin dapat terjadi cedera.
Pemanasan dengan intensitas yang cukup akan mengubah aliran darah secara bertahap. Sesaat sebelum berolahraga jumlah aliran darah yang mengalir ke otot motorik 15-20%. Setelah pemanasan, aliran darah akan meningkat hingga mencapai 70-75%. Dengan meningkatnya aliran darah secara bertahap, kerja jantung akan menjadi optimal dan otot penggerak mendapatkan nutrisi yang cukup.
Dalam melakukan pemanasan, faktor yang patut diperhatikan adalah pemanasan harus dilakukan sesuai kemampuan/kondisi fisik individu karena termogulator pada setiap orang berbeda. Intensitas dan durasi dalam pemanasan yang disarankan adalah kenaikan suhu tubuh sebesar 1 – 20 C. Kenaikan suhu tubuh sebesar itu cukup untuk menghasilkan panas yang optimal.
Berdasarkan tulisan diatas dapat disimpulkan bahwa pemanasan berperan penting dalam olahraga. Dengan pemanasan tubuh menjadi siap untuk melakukan setiap gerakan dengan aktualitas yang tinggi dan risiko kemungkinan cedera olahraga dapat dihindari (SS).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: